Jika ditimbang-timbang jauh lebih berat mengembangkan pemikiran terhadap hadis ketimbang Al-Qur’an. Pemahaman terhadap AL-Qur’an dapat begitu terbuka tanpa harus dibarengi kekhawatiran dari pihak penafsir akan berkurangnya otoritas Al-Qur’an sebagai pedoman hidup umat Islam dimanapun berada. Lain halnya dengan hadis. kebanyakan ulama lebih cenderung untuk mengendalikan diri dan mengutamak…
Bilbiografi: hlm.: 222-231 Indeks: hlm.: 233-248 Ada seabrek makna-baru yang tiba-tiba muncul apabila kita mencermati materi buku ini. Secara tertata dan teperinci, penulis mementaskan sebuah diskusi menarik mengenai pemaknaan hadis dalam konteks modem. Walaupun penulis juga menyajikan rumusan para ulama-yang disebutnya- ortodoks berkaitan dengan hadis, secara menarik rumusan tersebut diben…
Bibliografi: hlm.: 199-203 Mengingat posisi hadis sangat strategis sebagai salah satu sumber pokok ajaran Islam, maka kajian-kajian terhadapnya menjadi sangat urgen dilakukan. Kajian dimaksud tidak saja menyangkut matannya, tetapi yang lebih penting dilakukan pertama adalah justru pada sanadnya. Bahkan para ulama menyatakan bahwa tanpa sanad, matan sebaik apapun tidak akan pernah dinyatakan …
Sumber ajaran Islam itu adalah Alquran dan Sunnah. Alquran adalah Kaldmullah, wahyu dari Allah yang tidak perlu diragukan lagi kebenarannya, pasti benar mustahil salah. Sunnah adalah yang bersumber dari Nabi Muhammad SAW, baik ucapan, perbuatan atau sikap diamnya. Berbeda dengan Alquran, Alquran telah ditulis di zaman Nabi atas perintah Nabi, dibukukan di zaman Abu Bakar al- Shiddiq dan diga…
Kitab Hadits Shahih Bukhari adalah kitab hadits paling shahih menurut para ulama. Imam Ibnu Hajar Al-Asqalani mengatakan Imam Bukhari telah membukukan 9082 hadits dalam 9 jilid kitab. Kitab beliau yang besar ini merupakan karya agung yang menjadi rujukan utama dalam menggali hukum Islam setelah Al-Qur'an.