Sekitar pukul delapan malam, tiga tahun yang lalu,saya bersama seorang teman menyaksikan sebuah paket acara televisi. Belum usai acara, teman saya banyak mengomentari jalannya acara, terutama dari sisi isi pesannya. Berawal dari situlah, saya (saat itu masih menjadi wartawan surat kabar Merdeka) terdorong untuk menulis tentang dunia.