Konsep otonomi pendidikan bertumpu pada manajemen berbasis sekolah dan pengambilan keputusan partisipatif. Sekolah yang mandiri dan otonom dapat terwujud apabila pengelolaan, tanggung jawab, dan wewenangnya diatur oleh masing-masing sekolah. Program pendidikan berkualitas akan dapat terlaksana jika konsep ini diterapkan dengan konsistensi dan komitmen.
Buku ini berisi tiga risalah. Yang pertama adalah (El-hakâik-ul-islâmiyye ve firreddi alel-mezâ'im-il-vehhâbiyye), yang ditulis pada tahun 1403 (1983 M) oleh Malik Beh bin Dâvud, direktur Madrasah-tül-irfân di Koutiala, Mali, Afrika. Dalam buku ini, ia menyatakan bahwa meskipun umat Islam telah terpecah menjadi berbagai sekte sepanjang sejarah, mereka semua saling menyebut satu sama lain…
“... kalian para perawan remaja, telah aku susun surat ini untuk kalian, bukan saja agar kalian tahu tentang nasib buruk yang biasa menimpa para gadis seumur kalian , juga agar kalian punya perhatian terhadap sejenis kalian yang mengalami kemalangan itu .... surat kepada kalian ini juga semacam pernyataan protes, sekalipun kejadiannya telah puluhan tahun lewat ...”