Buku ini telah dilengkapi pula "bacaan" Al-Quran dengan huruf latin, selain itu sistem dan bahasa buku ini pun dibuat sedemikian rupa sehingga sangat mudah dibaca dan dipahami.
Judul asli: Al-Islam Kama Nu'min Bih Dhawabith wa Malamih Reposisi islam bertujuan untuk memberikan jalan terang bagi muslim masa kini agar memiliki pemahaman yang benar tentang islam, serta menghilangkan kesimpangsiuran dan meletakkan kerangka mendasar untuk memperbaiki pemahaman umat islam terhadap ajaran islam yang sesuai dengan dasar-dasarnya (identitas islam)
Neraka yang penuh dengan siksaan hanya pantas dihuni oleh orang-orang yang durhaka, yakni orang yang banyak berlumuran dosa. Begitulah tujuan buku ini kami susun untuk mengajak segenap umat manusia, terutama kepada kaum Muslimin agar sudilah kiranya tidak menjadi penghuni neraka, yang berarti dalam kehidupan didunia ini memperbanyak amal kebajikan dan selalu mengharap ridha Allah, tidak menghar…
Risalah ini adalah suatu uraian pembahasan tentang konsepsi Islam dalam memecahkan sebagian problem kemasyarakatan dibidang ekonomi, tempat kehidupan individu tegak di atasnya. Individu dengan sifatnya sebagai manusia yang telah dimuliakan Allah SWT, dia berhak hidup di dunia ini, menikmati perhiasannya dan hidup bahagia.
Indeks: halaman 153-156 Selama ini banyak pengamat dan peneliti Indonesia yang terjebak dalam melihat islam tradisional. mereka memasukkan lembaga-lembaga pesantren kedalam islam tradisional, pernyataan-pernyataannya terlalu berlebihan dan apa yang dilancarkan sangat sbuyektif tanpa didukung oleh bukti-bukti yang cukup.
Bibliografi; halaman 173-184 Kehidupan Barat-modern-sekuler telah merasuk ke hampir semua lini kehidupan, tak terkecuali dunia pendidikan (termasuk Pendidikan Agama). secara sengaja atau tidak, opini dibentuk secara terus-menerus bahwa agama, dan juga pendidikan agama, tidak menjamin baiknya karakter seseorang. pemikiran dan perilaku modern-sekuler juga merambah ke perguruan tinggi agama yan…
Gus Dur dan Amin Rais adalah tokoh intelektual muslim Indonesia yang secara tegad menerima demokrasi sebagai preferensi final bagi sebuah sistem politik atau kenegaraan. Mereka mempunyai tempat tersendiri dalam diskursus intelektual Indonesia mengenai Islam dan demokratisasi.