Bibliografi : hlm. 121 Allah telah menjanjikan bahwa Dia akan menjadi pencukup kebutuhan orang-orang yang bertawakal. Pencukup di sini juga bisa berarti pelindung, pemelihara, dan pelaksana untuk memenuhi kebutuhan mereka. Jika Allah telah menjadi pelaksana untuk memenuhi kebutuhan seseorang, siapa yang dapat mencegah orang tersebut dari meraih apa yang diinginkannya? Jika Allah telah menjad…
Mengingat Allah SWT. Zat Yang Maha Sempurna dan Maha Terpuji, maka upaya-upaya prosedural dan metodis untuk mendapatkan kepuasan dan kebahagiaan sebagai buah dari kedekatan manusia dengan-Nya tidak dapat tidak, tentu tidak dapat melepaskan dari keinginan yang diridhai-Nya, atau apapun upaya manusia meniscayakan kedekatannya dengan Allah SWT. tercapai. Melalui penerapan prosedural dan metodis…
Akhlak dan tasawuf merupakan prilaku muslim yang bersumber dari ajaran ihsan yaitu prilaku baik manusia terhadap dirinya dan terhadap Tuhannya. Prilaku tersebut diharapkan dimiliki oleh setiap manusia, maka dibuatlah suatu teori tuntunan yang dapat dibaca dan diajarkan kepada peserta didik baik murid, pelajar, mahasiswa maupun masyarakat pada umumnya. Didalam buku ini, penulisnya mencoba men…
Judul asli : Mabâni-ye akhlâq-e Islâmi Akhlak dalam wawasan Islam berbeda dengan adab. Kalau adab bercorak lahiriah dan berurusan dengan bagaimana menjaga hubungan manusia dengan makhluk. Akhlak bersifat batiniah dan dimaksudkan untuk menjaga hubungan manusia dengan Khaliknya. Akhlak adalah isi agama, sedangkan adab hanya pakaian luar yang tidak selalu merefleksikan keadaan isinya. Kedua-…
Bibliografi : hlm. 136 Ketika globalisasi melanda segala bidang, kita didorong untuk terus mengejar kebutuhan materi. Persaingan menjadi begitu keras dan kehidupan cenderung induvidualis. Kita seakan tidak memiliki ruang lain. Keresahan dan ketakutan melanda kehidupan kita. Fenomena ini kadang digunakan oleh sekelompok orang untuk kepentingan politik dan ekonomi mereka. Dan nampaknya kita su…
Judul asli : al-Tanwir fi isqath al-tadbir Ibn Athaillah bermaksud menepis pandangan yang mengesankan kepasrahan sebagai kemalasan. Pasrah kepada pengaturan Allah atau berserah diri kepada kehendak-Nya tidaklah sama dengan berhenti bekerja, berhenti mengais rezeki, ataupun berhenti berdoa lantaran menyerahkan semuanya kepada Allah. Bahkan, adab berharta, mencari rezeki, berusaha, dan berdoa …