Akhlak dan tasawuf merupakan prilaku muslim yang bersumber dari ajaran ihsan yaitu prilaku baik manusia terhadap dirinya dan terhadap Tuhannya. Prilaku tersebut diharapkan dimiliki oleh setiap manusia, maka dibuatlah suatu teori tuntunan yang dapat dibaca dan diajarkan kepada peserta didik baik murid, pelajar, mahasiswa maupun masyarakat pada umumnya. Didalam buku ini, penulisnya mencoba men…
Bibliografi: hlm. 373-376
Judul asli : Ash-Shufiyyah fie mizanil kitab was-sunnah Musuh-musuh Islam tahu persis bahwa kaum muslimin sangatlah sulit dilumpuhkan dengan kekuatan luar, maka salah satu strategi yang sangat ampuh dalam melibas kaum muslimin adalah dimunculkannya kelompok-kelompok Islam sempalan. Salah satunya adalah aliran tasawuf atau sufi. Kelompok tasawuf sebagai upaya infiltrasi musuh terhadap Isla…
Bibliografi : hlm. 193-195 Judul asli : Sufism and beyond : sufi thought in the light of late 20th century science Selama ribuan tahun, kaum arif dan bijak dari Timur berpandangan bahwa dunia ini adalah ilusi (maya). Mungkinkah kita memahami pandangan ini? Dengan menggali teori-teori tentang persepsi inderawi dari fisika, psikologi, dan biologi, penulis buku ini menunjukkan bahwa ‘seluruh…
Bibliografi : hlm. 136 Ketika globalisasi melanda segala bidang, kita didorong untuk terus mengejar kebutuhan materi. Persaingan menjadi begitu keras dan kehidupan cenderung induvidualis. Kita seakan tidak memiliki ruang lain. Keresahan dan ketakutan melanda kehidupan kita. Fenomena ini kadang digunakan oleh sekelompok orang untuk kepentingan politik dan ekonomi mereka. Dan nampaknya kita su…
Judul asli : Islam and world peace : explanations of a sufi Tasawuf, dimensi batiniah dalam Islam, tumbuh secara logis dari penelaahan atas Alquran, dengan mengarahkan segenap fakultas kepada Tuhan. Dari lembaran-lembaran buku ini, yang ditulis - atau tepatnya diucapkan - dalara bahasa yang sederhana, jelaslah bahwa dimensi batiniah Islam sangat berbeda dari apa-apa yang biasa dihubung-hubun…
Judul asli : Sufism : veil and quintessence Ketika kita mencari yang esensial dalam hal-hal yang sederhana, maka kita mesti mencarinya pula di dalam hal-hal yang kompleks, dan sebaliknya: Seperti kata Eckart “jika engkau ingin mendapatkan isinya, maka engkau harus membuka kulitnya”. Yang esensial (inti/absolut) menjadi tujuan utama pencapaian Tasawuf. Namun yang kulit luar (relatif) h…