Ensiklopedia Hadits al-Kutub al-sittah jilid 8 : Sunan Ibnu Majah
Abu Abdullah Muhammad bin Yazid yang populer dengan nama Ibnu Majah, lahir pada tahun 209 H di kota Qazwin. Beliau mengawali pendidikannya di kota ilmu tersebut dengan mempelajari al-Qur'an dan menghafalnya. Kemudian beliau mendatangi halaqah para muhaddits dari masjid ke masjid untuk mendapatkan riwayat hadits.
Pada usia 22 tahun beliau pergi berguru kepada para ulama di berbagai kota pusat ilmu pengetahuan saat itu, seperti Khurasan, Bashrah, Kufah, Baghdad, Mekah, Madinah, dan Mesir. Setelah 15 tahun berpindah-pindah dari satu kota ke kota lain, dari satu guru ke guru lain, akhirnya beliau kembali ke Qazwin. Di sinilah beliau mulai menulis berbagai karya dan mengajarkan hadits kepada para penuntut ilmu yang datang dari berbagai wilayah.
Buku di tangan Anda ini, Sunan Ibnu Majah, adalah mahakarya beliau. Imam Ibnu Majah pernah bercerita tentang karyanya ini, beliau berkata, "Aku menunjukkan Sunan Ibnu Majah ini kepada Abu Zur'ah ar-Razi. Dia melihatnya lalu berkata, 'Menurut dugaanku, jika kitab ini sudah berada di tangan orang-orang, niscaya kitab-kitab hadits lain tidak terpakai lagi." Ungkapan ini seakan menafikan kitab-kitab hadits lainnya. Namun, sebenarnya ungkapan ini hanya untuk mengukuhkan keutamaan kitab ini atas sebagian kitab-kitab hadits. Hal ini menunjukkan bahwa Sunan Ibnu Majah memang layak disandingkan dengan lima kitab hadits terkemuka lainnya, yaitu Shahih al-Bukhari, Shahih Muslim, Sunan Abu Dawud, Jami' at-Tirmidzi, dan Sunan an-Nasa'i. Dengan demikian, Sunan Ibnu Majah adalah kitab keenam dari Kutubussittah yang menjadi referensi utama kaum Muslimin sepanjang masa dalam ilmu hadits.
Tidak tersedia versi lain