Fusus al-hikam: mutiara hikmah 27 nabi
Kendati dengan jelas menampakkan nuansa mistiko-filosofisnya yang khas, buku ini tidaklah ditulis berdasarkan metode penalaran intelektual yang sistematis. Menurut pengakuan Ibn 'Arabi sendiri, Fusus al-Hikam ditulis berdasarkan ilham intuitif yang diterimanya secara spiritual dalam mimpi langsung dari Nabi Muhammad Saw. Dalam upaya mempertahankan otentisitas ilham tersebut, Ibn 'Arabi mengatakan bahwa tidak ada sedikit pun penambahan atau pengurangan di dalamnya sebagaimana apa yang disampaikan oleh sang Nabi.
Melihat prosesnya yang demikian luar biasa, buku ini menjadi karya Ibn 'Arabi yang paling banyak dikaji dan diberi komentar. Sebagian peneliti mengakui bahwa karya ini merupakan karyanya yang paling sulit untuk dipahami, paling berpengaruh di bidangnya, dan bahkan paling masyhur di antara semua karyanya. Tidak kurang dari 100 buku yang pernah ditulis untuk mengomentari karya Fusus al-Hikam ini.
Buku yang mencerminkan karakter seorang pengurai par excellence dalam Islam ini memuat intisari hikmah yang terkandung dalam 27 nabi dalam Alqur'an. Semua nabi yang dibentangkan dalam buku ini memiliki karakter hikmah partikular distingtif yang saling membedakannya dari hikmah yang dimiliki oleh nabi-nabi lainnya.
Tidak tersedia versi lain