Anak-anak seribu sungai
Orang Banjar dikenal sebagai suku dengan kultursungai, karena kehidupan mereka dikelilingi begitu banyak sungai besar dan kecil, sehingga sungai menjadi bagian kehidupan mereka yang lama kelamaan membentuk masyarakat yang dari berbagai aspek budayanya sangat dipengaruhi oleh air dan sungai. Anak-anak Banjar ini yang akrab dengan budaya air, budaya sungai inilah yang di dalam cerita ini disebut sebagai anak-anak seribu sungai. Mereka lahir dan besar sekitar sungai dengan segala pengaruhnya. Anak-anak usia 4-5 tahun sudah pandai berenang mandi di sungai, bermain-main air di sungai, mengayuh jukung kecil-kecil menantang ombak dari kapal besar kecil yang berseleweran di sungai. Mereka mengail ikan di sembarang sungai yang bertebaran di mana-mana. Rumah mereka umumnya dibangun di bentaran sungai ditepi sungai atau malah di atas sungai itu sendiri yang terdiri dari lanting-lanting yang ditambat di pinggir-pinggi sungai. Namun demikian sering pula mereka kena celaka di sungai itu karena lemas atau kecelakaan perahu yang menimbulkan korban jiwa.
Sungai adalah denyut nadi kehidupan orang Banjar. Sungai Barito dengan cabang sungai besarnya seperti sungai Nagara, sungai Martapura, yang membelah kota Banjarmasin dan Martapura, sungai Tapin yang membelah kota Rantau, sungai Amandit yang membelah kota Kandangan, sungai Batang Alai yang melingkari kota Barabai, sungai Balangan yang membelah kota Amuntai atau sungai Tabalong membelah kota Tanjung paling Utara; anak-anak sungai Barito ini dengan cucu sungainya, memberi semangat dan harapan hidup para pemukiman sungainya. Jukung atau perahu adalah sepeda atau beca, atau angkot bagi masyarakat di kota lain. Sungai adalah sumber air, sumber kehidupan, namun ironisnya kadang-kadang orang Banjar kekurangan air, yaitu musim air masin, air laut masuk ke hulu sungai Barito bahkan ke sungai kacil-kecil yang menjadi penopang kehidupan masyarakat sehari-hari.
Anak Seribu Sungai hanya sekelumit gambaran anak manusia yang karakternya terbentuk oleh air dan sungai sebagai lingkungan hidupnya yang membentuk budaya air, budaya sungai.
Tidak tersedia versi lain