Dinamika gerakan ekonomi Islam kontemporer: studi terhadap perkembangan koperasi Syari'ah 212 di Kalimantan Selatan
Latar Belakang: Kebangkitan kesadaran religio-politik umat Islam di Indonesia pada akhir tahun 2016 menstimulasi lahirnya gerakan ekonomi Islam kontemporer, salah satunya melalui pendirian Koperasi Syariah 212 (KS 212). Sebagai daerah dengan religiositas masyarakat yang tinggi, Kalimantan Selatan menjadi salah satu wilayah yang merespons aktif gerakan ini melalui pendirian berbagai gerai retail dan komunitas pemodal lokal. Namun, dalam perjalanannya, gerakan ini menghadapi berbagai tantangan struktural dan pasar. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dinamika perkembangan, faktor pendukung dan penghambat, serta dampak sosial-ekonomi dari keberadaan Koperasi Syariah 212 di Kalimantan Selatan. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif-deskriptif dengan studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan pengurus komunitas, pengelola gerai, dan anggota koperasi, serta observasi dan dokumentasi literatur terkait. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada fase awal, perkembangan KS 212 di Kalimantan Selatan mengalami pertumbuhan yang sangat masif berkat soliditas modal sosial (social capital) dan semangat teologis-populis. Namun, dalam dinamika kontemporer, gerakan ini mengalami stagnasi bahkan penurunan jumlah gerai aktif. Faktor penghambat utama meliputi kelemahan manajemen manajerial, rantai pasok (supply chain) yang belum kompetitif dibandingkan retail modern konvensional, serta memudarnya euforia gerakan awal. Kesimpulan: Penelitian ini menyimpulkan bahwa gerakan ekonomi Islam kontemporer berbasis massa membutuhkan transformasi dari sentimen keagamaan (religiosity-driven) menuju profesionalisme bisnis yang adaptif dan berkelanjutan (market-driven) agar mampu bertahan dalam kontestasi pasar modern di Kalimantan Selatan.
Tidak tersedia versi lain