Tesis: The Response Of The 'Ulama' Dayah To The Modernization Of Islamic Law In Aceh
This thesis studies the attitudes of the religious scholars associated with the dayah, the traditional institution of religious learning in Aceh, Indonesia, towards issues of the modernization of Islamic law. In the history of Islamic society in Aceh, these scholars, the 'ulama dayah, have shown great initiative in guiding their society as it sought solutions to various problems. Their response was not confined merely to religious matters but also extended to the economic, political and social problems.
The impact of modern science and technology has led to many changes in economics, agriculture, medicine, and other fields. All these changes have to be evaluated in terms of their status in Islamic law, because Muslims have always sought to lead their lives in accordance with Islamic teachings. The 'ulama' dayah, have contributed to meeting the challenge of resolving such problems. In formulating their decisions, the 'ulama dayah usually refer to the standard texts of the four classical schools of Islamic law. The reliance on classical texts is justified by their conviction that present-day 'ulama are unable to exercise ijtihad independently since they lack the qualifications which have been traditionally demanded of a mujtahid.
Tesis ini meneliti sikap para ulama yang terkait dengan dayah, lembaga pendidikan agama tradisional di Aceh, Indonesia, terhadap isu-isu modernisasi hukum Islam. Dalam sejarah masyarakat Islam di Aceh, para ulama dayah ini telah menunjukkan inisiatif yang besar dalam membimbing masyarakat mereka dalam mencari solusi atas berbagai masalah. Tanggapan mereka tidak hanya terbatas pada masalah keagamaan tetapi juga meluas ke masalah ekonomi, politik, dan sosial.
Dampak ilmu pengetahuan dan teknologi modern telah menyebabkan banyak perubahan dalam bidang ekonomi, pertanian, kedokteran, dan bidang lainnya. Semua perubahan ini harus dievaluasi berdasarkan statusnya dalam hukum Islam, karena umat Islam selalu berusaha menjalani hidup mereka sesuai dengan ajaran Islam. Para ulama dayah telah berkontribusi dalam menghadapi tantangan penyelesaian masalah-masalah tersebut. Dalam merumuskan keputusan mereka, para ulama dayah biasanya merujuk pada teks-teks standar dari empat mazhab klasik hukum Islam. Ketergantungan pada teks-teks klasik dibenarkan oleh keyakinan mereka bahwa ulama masa kini tidak mampu melaksanakan ijtihad secara mandiri karena mereka tidak memiliki kualifikasi yang secara tradisional dituntut dari seorang mujtahid.
Tidak tersedia versi lain