Paradigma baru kepemimpinan kepala madrasah
Paradigma baru kepemimpinan kepala madrasah: suatu loncatan dari kepemimpinan tradisional ke transformatif, dan berorientasi pada kolaborasi serta pemberdayaan. Ini berarti kepala madrasah berperan lebih dari sekadar administrator, tetapi berperan sebagai transformasi. Kepemimpinan transformasional berusaha mengubah madrasah menjadi madrasah yang excellent secara fundamental, bukan sekadar mengelola operasional sehari-hari. Kepala madrasah sebagai seorang pemimpin yang partisipatif dan demokratis semua elemen yang ada pada madrasah melibatkan diri dalam pengambilan keputusan, sehingga meningkatkan kinerja mereka melalui kolaborasi dan rasa memiliki bersama-sama.
Seorang pemimpin juga wajib memiliki spiritual dan etika moral paradigma ini menekankan fungsi spiritual kepala madrasah yang mengadopsi nilai-nilai profetik (seperti yang dicontohkan oleh Nabi Muhammad saw.), yang menjadi landasan nilai dalam setiap aspek kegiatan madrasah. Adaptif dan inovatif kepala madrasah harus mampu beradaptasi dengan perubahan dan mendorong budaya inovasi serta eksperimen untuk menghadapi dinamika lingkungan yang terus berkembang. Berorientasi pada pemberdayaan dan pelayanan pemimpin baru mengutamakan kesejahteraan individu dan masyarakat (warga madrasah) di atas kepentingan pribadi, serta memotivasi mereka untuk mencapai tujuan di setiap lembaga pendidikan termasuk madrasah.
Tidak tersedia versi lain