Text
Adipati Danoeradja Tumenggung Dipanata: sebuah inspirasi dari regent Banua Lima
Dalam melaksanakan tugas sebagai Adipati Kesultanan Banjar (1835-1859) dan Adipati (Regent) zaman kolonial Belanda (1859-1861) di Banua Lima, resiko jabatan publik menjadi taruhannya. Diantara resiko itu, Adipati Danu Radja masuk dalam putaran antagonisme yang penuh sarkasme. Antara kebenaran dan realitas kehidupan bercampur pula dengan emosi beserta idealisme prinsip-prinsip ksatria. Kenyataan demikian, menyebabkannya harus memilih. Ketika pilihan seorang pemimpin berbeda dengan konsep "kekinian", berbeda dengan situasi zaman, dan berbeda dalam pijakan jalan hidup' namun setidaknya pilihan itu telah diambilnya.
Adipati Danu Radja telah memilih prinsip hidupnya. Itulah garis tangan yang sejalan dengan ikhtiar seorang manusia untuk menggapai ambisi hidupnya. Baginya, memimpin Banua Lima yang permai, dengan sungai dan tanah-tanah yang subur, dengan hutan serta pegunungan yang kaya dengan sumber daya alam, sebagai bagian dari pengabdiannya kepada Kesultanan Banjar. Mengabdi Kepada Kesultanan Banjar, dan masuk dalam birokrasi pemerintah kolonial Hindia Belanda menjadi bagian dari perjalanan hidupnya, sebagai abdi birokrasi.
Tidak tersedia versi lain