Text
Biografi Imam Malik: Kehidupan, Sikap, dan pendapatnya
Judul Asli: Al-Aimmah Al- Arba'ah Hayatuhum Ara'Uhum, Syaikhul Aimmah Wa Imam Daril Hijrati Malik Bin Anas Lazimnya, janin berada dalam kandungan ibunya selama 9 bulan 10 hari. Namun, ibu Imam Malik memerlukan waktu 3 (tiga) tahun untuk mengandung janin yang kemudian menjadi salah satu dari empat imam madzhab ini. Kehidupan imam yang memiliki nama asli Malik bin Anas ini lebih banyak dihabiskan di Madinah. Karena itulah kemudian ia diberi julukan Imam Darul Hijrah
Dialah ulama yang tak luput dari siksa karena keteguhan memegang prinsip kebenaran. Di Bagdhad, karena memfatwakan haramnya nikah mut'ah, ia diarak keliling kota di atas seekor sapi dengan muka belepotan kotoran. Pun, ia pernah dicambuk sampai tulang tulangnya meleset karena memfatwakan tidak sahnya baiat sebuah kepemimpinan. Karena kealiman dan keteguhan itulah, Khalifah Harun Ar-Rasyid berkata, "Jangan berfatwa selagi Imam Malik masih ada!"
Buku ini menjelaskan kepada kita rekam jejak kehidupan Imam Malik. Selain mengungkap nasab, lingkungan hidup dan guru maupun muridnya, buku ini juga meluruskan beberapa hal yang (terkadang) masih menyimpan kebingungan bagi umat seputar sosok beliau.
Seperti anggapan bahwa beliau lebih mengutamakan ro'yu (pendapat, rasio) daripada hadits. Juga tentang sematan kepada beliau sebagai ulama yang dekat dengan penguasa. Atau pendapatnya bahwa setelah Abu Bakar dan Umar bin Khattab, shahabat yang paling mulia adalah Utsman bin Affan, baru Ali bin Abi Thalib
Semuanya dijelaskan dengan baik oleh Penulis, sehingga dapat menyibak kabut syubuhat, dan menyisakan kecemerlangan khasanah ilmiah dunia Islam. Bahwa, ulama-ulama hanif seperti Imam Malik-lah yang membuat ajaran Islam tetap terpelihara dari penyimpangan meski telah berabad-abad sejak ditinggal oleh Rasulullah Muhammad SAW.
Tidak tersedia versi lain