Text
Tarikat Sufiyah Islam: dalam pemikiran Tasawuf KH Abdul Muin Hidayatullah
Buku ini mendeskripsikan keberadaan Tarikat Sufiyah Islam dalam pemikiran K.H. Abdul Muin Hidayatullah, meliputi asal-usul dan perkembangannya, mursyid dan silsilahnya, pengikut, suluk/khalwat, wirid dan prakteknya. Tarikat ini dibangun olehnya pada tahun 1955 setelah beliau dibawa ke alam gaib bertemu Nabi Muhammad saw., Adam as., Musa as. dan sejumlah pimpinan Negara Islam (liqa barzakhi). Saat itu di-bai'at sebagai Mursyid Zahir, dan Mursyid batin adalah Rasulullah, kemudian dikembangkannya. Sekarang Mursyid pengganti sesuai wasiatnya KH. Abdullah al-Mahdi (anaknya sendiri).
Tarikat ini merupakan tarikat baru di dunia Islam, menjadi tambahan khazanah keilmuan dan ketarikatan. Tidak termasuk salah-satu dari 102 tarikat yang ada, meski pun semua unsur dasar tarikatnya terpenuhi. Kecuali silsilah mursyidnya tidak bersambung sehingga ada kemiripan dengan Tarikat al-Tijaniyah. Silsilah mursyid langsung didapatkan dari Rasulullah melalui pertemuan barzakhi itu. Mestinya, silsilahnya harus bersambung (muttashil) sampai kepada Rasulullah sehingga memenuhi kriteria sebagai tarikat muktabarah. Konteksnya dengan hal ini, ada sebagian sufi mengatakan bahwa pertemuan barzakhi bisa saja terjadi, sehingga status Tarikat Sufiyah Islam tidak berbeda dengan yang lain. Namun di pihak lain menolaknya, karena pertemuan itu sulit dibuktikan. Karena itu keberadaan Tarikat Sufiyah Islam ini perlu dikritisi, meski pun telah memberikan kontribusi yang cukup berarti bagi pembinaan keimanan dan ketakwaan pengikutnya khususnya di Kalimantan Selatan.
Tidak tersedia versi lain