Kitab Manhaj Dzawi al-Nazar adalah kitab ilmu hadis (Mushthalah Hadis) yang ditulis oleh Syaikh Muhammad Mahfudz at-Tirmisi dari Termas, Jawa Timur, berfungsi sebagai syarah (penjelasan) mendalam atas Alfiyah al-Suyuthi (sebuah nazham/sajak tentang ilmu hadis)
Kitab Haqaiq 'anit Tashawwuf (Hakikat tentang Tasawuf) adalah karya penting yang membahas ajaran tasawuf murni bersumber dari Al-Qur'an dan Sunnah, yang dipadukan dengan pandangan para imam sufi.
Kitab Syarah Usul al-Khamsah yang paling monumental adalah karya Qadhi Abdul Jabbar bin Ahmad (wafat 415 H/1025 M), seorang ulama besar Mu'tazilah. Kitab ini menjelaskan lima prinsip dasar teologi Mu'tazilah: al-Tauhid, al-'Adl, al-Wa'd wa al-Wa'id, al-Manzilah baina al-Manzilatain, dan Amar Ma'ruf Nahi Munkar.
Kitab Hasyiyah I'anatut Tholibin adalah kitab fiqih mazhab Syafi'i yang sangat populer di pesantren Indonesia, berfungsi sebagai syarah (penjelasan) dan hasyiyah (catatan pinggir) terhadap kitab Fathul Mu'in karya Syaikh Zainuddin Al-Malibari, ditulis oleh Sayyid Bakri bin Sayid Muhammad Syatha ad-Dimyathi, berisi pembahasan fiqih mendalam dengan berbagai pendapat ulama mutakhir
Akidah Islam, bagi Sayyid Quthb, bukan sekadar ilmu yang bersifat akademik, melainkan ilmu yang harus dapat melahirkan gerakan dan perjuangan. Dengan pendekatan tersebut, Sayyid Quthb menyodorkan konsep-konsep tentang Tuhan dan posisi manusia yang ditariknya dari al-Qur'an. Karena kecenderungannya yang demikian tinggi untuk menjadikan akidah Islam sebagai ideologi, maka interpretasinya terhadap…
Yang diterima: jilid 4
Studi historiografi menunjukkan bahwa, paling tidak, ada lima hal yang mengendalikan perjalanan sejarah: (1) para dewa, (2) rencana besar Tuhan, (3) gagasan-gagasan besar yang pernah dilahirkan besar, dan (5) keadaan sosial dan ekonomi. Dua dari lima pengendali sejarah itu jelas berkaitan dengan sosok individu. Kaitan ini yang menjadikan studi tokoh dalam perjalanan sejarah menjadi semakin pent…
Kitab ini merupakan rujukan utama ilmu qiraat yang menghimpun sepuluh qiraat mutawatir melalui dua jalur paling masyhur, yaitu asy-Syāṭibiyyah dan ad-Durrah. Isinya bersifat ilmiah, sistematis, dan sangat penting untuk pembelajaran qiraat tingkat lanjut.