Buku ini merupakan karya pertama penulis yang menawarkan gagasan adanya demokrasi partisipatoris dalam proses pembentukan perundang-undangan guna menghasilkan produk perundang-undangan yang responsif Oleh karena itu. buku ini berisi sumbangan pemikiran berkaitan dengan partisipasi masyarakat dalam proses pembentukan perundang-undangan Dipilihnya tema partisipasi masyarakat dalam proses pembentu…
Bibl.hlm.:217-218
This book on radd doctrine expresses the author's disagreement on the current practice of Bayt al-mal taking inheritance. This classical prabtice happens in the presence of fard legal heir (qur'an ic legal heir) or dhawu'i arham who is usually the female heir in the absence of 'asabah legal heir (male hair)